Siapkan Payung Hukum Pilkades Serentak 2027, DPRD Nganjuk Sahkan Rantus Raperda Desa
- 22-05-2026
Nganjuk, PING – Aspek kesehatan reproduksi menjadi salah satu materi penting dalam Workshop Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan pada Remaja Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial P3A Kabupaten Nganjuk di SMK PGRI 2 Nganjuk, Rabu (15/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, dr. Widhi Nastiti Trihandy selaku Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kabupaten Nganjuk menekankan bahwa pemahaman tentang kesehatan reproduksi merupakan fondasi penting dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan, khususnya yang berkaitan dengan pelecehan dan eksploitasi seksual pada remaja.

Menurutnya, masih banyak remaja yang belum memiliki pengetahuan memadai mengenai tubuhnya sendiri, batasan pribadi, serta risiko yang dapat timbul dari pergaulan yang tidak sehat. Kondisi ini dinilai rentan membuka peluang terjadinya kekerasan.
“Remaja perlu dibekali pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi, termasuk bagaimana menjaga diri, memahami batasan tubuh, serta berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang mengarah pada kekerasan,” jelas dr. Widhi di hadapan peserta workshop.
Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi yang terbuka antara remaja dengan orang tua maupun lingkungan sekolah sebagai upaya pencegahan dini. Dengan adanya edukasi yang tepat, remaja diharapkan mampu mengenali situasi berisiko serta mengambil langkah yang tepat untuk melindungi diri.

Selain itu, dr. Widhi menegaskan bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan sosial. Oleh karena itu, pendekatan edukasi harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.
“Kesehatan reproduksi bukan hanya soal organ tubuh, tetapi juga tentang bagaimana remaja menghargai diri sendiri, menjaga martabat, dan membangun relasi yang sehat,” tambahnya.
Melalui penyampaian materi ini, para peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih utuh serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya strategis dalam membentuk generasi muda yang sadar akan pentingnya perlindungan diri dan bebas dari kekerasan.