Siapkan Payung Hukum Pilkades Serentak 2027, DPRD Nganjuk Sahkan Rantus Raperda Desa
- 22-05-2026
Nganjuk, PING-Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyatakan bahwa Kabupaten Nganjuk kini mulai berkembang menjadi salah satu pusat industri baru di Jawa Timur. Menurutnya, perubahan ini menunjukkan pergeseran peran Nganjuk yang sebelumnya tidak dikenal sebagai kawasan industri.
Ia menjelaskan bahwa beberapa dekade lalu Nganjuk belum menjadi perhatian dalam pengembangan industri. Namun saat ini, wilayah tersebut justru semakin diminati oleh investor, khususnya di sektor manufaktur dan industri padat karya. Pernyataan itu disampaikan Emil dalam acara Kementerian Keuangan bertema dukungan terhadap sektor padat karya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di PT Mitra Saruta Indonesia, Nganjuk, Kamis (16/4) kemarin.
“Dulu mungkin tidak banyak yang menganggap Nganjuk sebagai basis industri. Tapi hari ini, Nganjuk sudah menjadi salah satu yang paling diminati untuk pengembangan industri,” kata Emil.
Emil menilai, perkembangan ini didorong oleh peningkatan infrastruktur, terutama keberadaan Tol Trans-Jawa yang memperlancar konektivitas. Akses yang semakin baik membuat Nganjuk lebih menarik dari sisi logistik dan efisiensi biaya.

Selain itu, upah tenaga kerja yang relatif kompetitif menjadi nilai tambah, sehingga cocok untuk pengembangan industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja.
Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan industri di Nganjuk bukan sekadar perpindahan dari daerah lain di Jawa Timur, melainkan bagian dari strategi agar investasi tetap berada di dalam negeri di tengah persaingan global. Tanpa alternatif seperti Nganjuk, menurutnya, ada potensi industri berpindah ke negara lain seperti Vietnam atau kawasan Asia Selatan.
“Kalau tidak ada kawasan seperti Kabupaten Nganjuk, industri bisa saja pindah ke luar negeri seperti Vietnam atau Asia Selatan. Ini yang harus kita jaga bersama,” sambung Wagub Emil.
Pemerintah daerah, lanjut Emil, berkomitmen menjaga iklim investasi tetap kondusif melalui kepastian tata ruang, perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, serta penindakan terhadap pungutan liar yang dapat menghambat investasi.
Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus melalui pendidikan vokasi dan pelatihan kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terbuka bagi investor. Ia menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025, nilai investasi yang masuk ke Nganjuk mencapai Rp 1,6 triliun.