Siapkan Payung Hukum Pilkades Serentak 2027, DPRD Nganjuk Sahkan Rantus Raperda Desa
- 22-05-2026
Nganjuk, PING- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk secara konsisten memperkuat upaya perlindungan anak dan penguatan karakter pelajar. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan bertajuk "Workshop Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Remaja" yang digelar di SMKN 1 Nganjuk pada Senin (20/4) oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk. Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Nganjuk . Marhaen Djumadi.
Kehadiran Kang Marhaen sapaan akrab Bupati Nganjuk menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul harus selalu dimulai dari kesehatan mental yang baik serta lingkungan sekolah yang kondusif. Dalam arahannya, Bupati menyoroti beberapa pilar penting untuk mencetak generasi muda Nganjuk yang berkarakter.
Fokus utama yang ditekankan oleh Kang Marhaen adalah kewajiban seluruh elemen pendidikan untuk menjadikan sekolah sebagai ruang yang benar-benar aman bagi pertumbuhan siswa. Beliau menegaskan bahwa Pemkab Nganjuk tidak memberikan toleransi terhadap tindakan kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah.
"Sekolah harus menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak-anak untuk bertumbuh. Saya tegaskan, tidak boleh ada lagi bullying atau kekerasan dalam bentuk apa pun di sekolah-sekolah kita. Guru, siswa, dan orang tua harus menjadi benteng pelindung satu sama lain," tegas Kang Marhaen di hadapan ratusan pelajar.

Selain keamanan fisik dan mental, Bupati juga mengingatkan para siswa SMK bahwa kesiapan memasuki dunia kerja dan industri (DU/DI) tidak hanya diukur dari keterampilan teknis (hard skill). Karakter dan sikap yang baik (attitude) adalah kunci kesuksesan yang sesungguhnya.
"Pintar saja tidak cukup. Di dunia industri, yang dicari bukan sekadar orang yang bisa bekerja, tapi orang yang jujur, punya integritas, dan beradab. Inilah yang saya sebut sebagai 'Mental Juara'. Jika adab sudah tertanam, maka kesuksesan akan mengejar kalian dengan sendirinya," imbuhnya beliau memotivasi.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Kang Marhaen menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan peran keluarga dalam mendeteksi dini potensi masalah psikologis pada remaja. Lebih lanjut, mengingat tingginya aktivitas pelajar di media sosial, beliau berpesan agar para siswa bijak menyerap informasi dan menjaga ruang digital agar terbebas dari kekerasan berbasis online.

Kepala SMKN 1 Nganjuk menyambut baik inisiatif strategis ini sebagai bekal esensial bagi siswa untuk lebih tangguh menghadapi tantangan masa depan. Workshop kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi inti oleh Dr. Widhi Nastiti Trihandy, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kabupaten Nganjuk, yang mengupas tuntas teknik pengelolaan emosi serta penguatan nilai-nilai keluarga sebagai fondasi karakter remaja.