#

Tertibkan Retribusi Daerah, Wabup Nganjuk: Jangan Sampai Rakyat Dipungut Tanpa Dasar!

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memperkuat kinerja sektor transportasi melalui sinergi lintas pemangku kepentingan. Hal ini mengemuka dalam kegiatan koordinasi yang melibatkan jajaran Dinas Perhubungan bersama pimpinan daerah di Ruang Rapat Dishub Nganjuk, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan yang diawali dengan apel pagi ini fokus pada tiga isu krusial: peningkatan keselamatan jalan, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penataan infrastruktur transportasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk, Suharono, dalam paparannya menyampaikan bahwa sektor perhubungan memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan publik, dengan keselamatan transportasi sebagai core business utama. Ia menegaskan bahwa seluruh program harus selaras dengan visi dan misi kepala daerah serta berorientasi pada peningkatan konektivitas wilayah.

“Dinas Perhubungan memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin keselamatan lalu lintas. Indikator keberhasilan kami di antaranya adalah menurunnya angka kecelakaan serta meningkatnya kinerja lalu lintas,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini Dishub Nganjuk didukung oleh ratusan personel, termasuk petugas parkir yang jumlahnya cukup besar. Namun demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam hal ketimpangan antara biaya operasional dan pendapatan yang dihasilkan.

“Tugas parkir saja melibatkan lebih dari seratus petugas. Sementara dari sisi pendapatan, masih perlu dioptimalkan agar lebih seimbang dengan biaya yang dikeluarkan,” tambahnya.

Dalam aspek keselamatan, Dishub mencatat angka kejadian kecelakaan lalu lintas masih cukup tinggi, mencapai ratusan kasus dalam satu tahun di berbagai ruas jalan, baik nasional, provinsi, maupun kabupaten. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi penyebab utama kecelakaan, mulai dari faktor manusia hingga kondisi infrastruktur.

Selain itu, Dishub juga terus mengembangkan berbagai program strategis, seperti layanan angkutan sekolah gratis, termasuk bagi penyandang disabilitas, serta penguatan manajemen rekayasa lalu lintas dan pengembangan fasilitas jalan.

Pada sisi lain, inovasi juga dilakukan melalui optimalisasi aset daerah, seperti pemanfaatan terminal dan lahan parkir untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk skema kerja sama dengan desa dalam pengelolaan fasilitas parkir di kawasan strategis seperti exit tol.

Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, dalam arahannya menegaskan pentingnya pembenahan sektor perhubungan melalui tiga isu utama, yaitu penataan parkir, pengawasan angkutan tambang, dan pemerataan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Terkait parkir, ia menyoroti masih adanya potensi praktik pungutan liar akibat belum tertatanya sistem secara optimal. “Parkir harus jelas. Mana yang berbayar dan mana yang tidak. Jangan sampai masyarakat merasa dipungut tanpa dasar. Ini harus ditata agar tidak menimbulkan kebocoran,” tegas Mas Handy sapaan akrabnya.

Ia juga mendorong agar pengelolaan parkir dilakukan secara profesional dan berbasis data, sehingga potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan tanpa membebani masyarakat.

Pada sektor angkutan tambang, Mas Handy menekankan pentingnya pengendalian kendaraan bertonase besar yang berpotensi merusak infrastruktur jalan.

“Jalan yang dibangun dengan anggaran besar harus dijaga. Jangan sampai rusak karena kendaraan over kapasitas. Ini perlu pengawasan dan regulasi yang tegas,” ujarnya.

Sementara itu, terkait PJU, ia mendorong adanya inovasi dan efisiensi dalam pembangunan infrastruktur penerangan jalan. Salah satu yang diusulkan adalah penyesuaian jarak antar lampu berdasarkan kondisi wilayah.

“Kita bisa mulai dengan jarak tertentu, misalnya 100 meter, lalu dievaluasi. Yang penting ada progres nyata dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mas Handy mengatakan bahwa setiap perangkat daerah harus mampu menghadirkan program unggulan yang berdampak langsung bagi masyarakat, serta berani melakukan inovasi dalam keterbatasan anggaran.

Melalui sinergi dan penguatan strategi ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap sektor transportasi dapat menjadi pilar penting dalam mendukung mobilitas masyarakat yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.