#

Dinas Pertanian Nganjuk Pastikan Pelayanan Publik Tetap Prima Selama Masa WFH

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya para petani dan peternak, meski di tengah penyesuaian sistem kerja Work From Home (WFH).

Bupati Nganjuk, Kang Marhaen, bersama Wakil Bupati Mas Handy, menginstruksikan agar sektor-sektor pelayanan dasar di bidang pertanian dan peternakan tidak terhenti. Hal ini bertujuan untuk menjaga produktivitas pangan dan kesehatan hewan ternak di wilayah Kabupaten Nganjuk tetap terjaga.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, menekankan bahwa skema WFH bukan menjadi penghalang bagi jajarannya untuk melayani masyarakat. Menurutnya, koordinasi di lapangan justru diperkuat untuk memastikan kebutuhan petani terpenuhi.

"Kami telah mengatur mekanisme kerja agar layanan teknis di lapangan tetap berjalan optimal. Bagi kami, produktivitas petani dan kesehatan ternak di Nganjuk adalah prioritas yang tidak bisa ditunda. Petugas kami di Puskeswan dan penyuluh di lapangan tetap siaga memberikan pendampingan," ujar Ida Shohibatin.

Dinas Pertanian mengumumkan 5 layanan utama yang tetap bisa diakses oleh masyarakat selama masa ini:

  • Rekomendasi Pembelian BBM Bersubsidi: Membantu petani mendapatkan akses bahan bakar untuk Alsintan melalui sistem XStar.
  • Kesehatan Hewan Gratis: Pelayanan medis untuk hewan ternak melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).
  • Vaksinasi PMK Gratis: Langkah preventif berkelanjutan guna memutus rantai penularan Penyakit Mulut dan Kuku.
  • Pelayanan RPH (Rumah Potong Hewan): Menjamin ketersediaan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
  • Penerbitan SKKH: Pengurusan Surat Keterangan Kesehatan Hewan untuk kelancaran lalu lintas ternak.

Masyarakat dapat menghubungi petugas atau memantau informasi terkini melalui kanal resmi:

  • Website: disperta.nganjukkab.go.id
  • Media Sosial: Facebook (Diperta nganjuk) & Instagram (@diperta_nganjuk)

Dengan tetap dibukanya layanan ini, Pemkab Nganjuk berharap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah tetap stabil dan mampu menghadapi segala tantangan situasi kerja yang ada.