#

BNN Kabupaten Nganjuk Perkuat Strategi Pencegahan Narkoba di Tengah Efisiensi Anggaran

NGANJUK, PING – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nganjuk terus memperkuat langkah preventif guna menekan angka penyalahgunaan narkoba di wilayahnya. Hal ini terungkap dalam dialog interaktif di 105,3 Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM) yang berlangsung pada Rabu, 1 April 2026.

Acara yang mengusung tema "Strategi Pencegahan Narkoba Efektif di Tengah Tantangan Efisiensi Anggaran" ini menghadirkan dua narasumber dari BNN Kabupaten Nganjuk: Wahyu Tris Sutrisno, (Ketua Tim P2M) dan Frendi Wicaksono Putro, (Penyuluh Narkoba Ahli Pertama).

Dalam dialog tersebut, Wahyu mengungkapkan fakta mengkhawatirkan berdasarkan data tahun 2025. Prevalensi penyalahgunaan narkoba kini mulai bergeser dan mendominasi kelompok remaja, bahkan telah menyentuh level pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Dasar (SD).

"Remaja biasanya mencari yang murah dan mudah diakses, seperti pil Double L atau menyalahgunakan bahan adiktif lain seperti lem," ujar Wahyu. Faktor digitalisasi yang tanpa batasan serta menurunnya peran edukasi dan pengawasan orang tua ditengarai menjadi pemicu utama fenomena ini.

Menghadapi tantangan efisiensi anggaran, BNN Nganjuk menerapkan strategi kolaborasi lintas sektor. Beberapa program unggulan yang dijalankan antara lain:

  • Desa Bersinar (Bersih Narkoba): Mendorong desa untuk mandiri dalam pencegahan dengan membentuk relawan dan Agen Pemulihan (AP) menggunakan dana desa. Saat ini, sudah terbentuk 11 Desa Bersinar di Nganjuk.
  • Sekolah Bersinar: BNN menggandeng lembaga pendidikan sebagai pilot project, salah satunya MTsN 5 Nganjuk, untuk menyusun regulasi anti-narkoba di lingkungan sekolah.
  • Program "ANANDA BERSINAR": Fokus pada edukasi anti-narkoba sejak usia dini.

Masyarakat diimbau untuk berperan aktif dalam mengawasi lingkungan sekitar. BNN menjamin kerahasiaan identitas pelapor yang memberikan informasi awal mengenai peredaran narkoba. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center BNN di nomor 184 (bebas pulsa).

"Narkoba adalah musuh bersama. Mari kita melawan narkoba dan menjadi bagian dari perubahan positif untuk masa depan generasi Nganjuk yang lebih sehat dan bersih," pungkas Frendi Wicaksono dalam pernyataan penutupnya.