Semarak Hari Jadi Nganjuk 1089 Gaungkan Semangat Harmoni dan Kesejahteraan
- 02-04-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi daerah guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan komoditas pokok di wilayah Kabupaten Nganjuk, khususnya pasca-Ramadhan dan Idul Fitri. Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Anjuk Ladang, pada Rabu (01/04/2026) menghadirkan Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk, berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BPS, Bank Indonesia, Bulog, hingga PLN dan Dinas Pertanian.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Nganjuk pada minggu terakhir Maret 2026 menunjukkan tren yang perlu diwaspadai, terutama pada komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah. Meskipun inflasi tahunan (y-on-y) Maret 2026 di Jawa Timur berada pada angka 2,95%, sinergi pemantauan harga di pasar-pasar lokal Nganjuk tetap menjadi prioritas utama.

Beberapa poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut meliputi:
Bank Indonesia menekankan pentingnya penguatan program 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif). Perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dan digitalisasi pemantauan harga melalui sistem informasi pasar menjadi langkah strategis untuk meredam gejolak harga secara mendadak.

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Nganjuk menegaskan akan terus melakukan pemantauan rutin terhadap 20 komoditas pangan pokok. Upaya seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan sidak pasar akan dijadwalkan secara berkala jika terjadi anomali harga yang signifikan di lapangan.
Melalui koordinasi yang solid ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk optimis dapat menjaga daya beli masyarakat dan memastikan roda ekonomi daerah tetap berjalan stabil.