#

Sinergi Lintas Sektor, Pemkab Nganjuk Gelar Rakor Guna Perkuat Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi daerah guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan komoditas pokok di wilayah Kabupaten Nganjuk, khususnya pasca-Ramadhan dan Idul Fitri. Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Anjuk Ladang, pada Rabu (01/04/2026) menghadirkan Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk, berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BPS, Bank Indonesia, Bulog, hingga PLN dan Dinas Pertanian.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Nganjuk pada minggu terakhir Maret 2026 menunjukkan tren yang perlu diwaspadai, terutama pada komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah. Meskipun inflasi tahunan (y-on-y) Maret 2026 di Jawa Timur berada pada angka 2,95%, sinergi pemantauan harga di pasar-pasar lokal Nganjuk tetap menjadi prioritas utama.

Beberapa poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut meliputi:

  • Cadangan Pangan (Bulog): Stok beras di gudang Bulog Nganjuk dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan pangan dan SPHP. Bulog terus melakukan intervensi pasar melalui penyaluran Beras SPHP guna menjaga harga di tingkat konsumen.
  • Pupuk Bersubsidi: Dinas Pertanian memaparkan alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Nganjuk pada tahun 2026. Terdapat penambahan alokasi secara nasional yang berdampak pada peningkatan kuota Urea dan NPK di Nganjuk guna mendukung musim tanam dan produktivitas petani.
  • Energi dan Kelistrikan: PLN ULP Nganjuk memastikan keandalan pasokan listrik, terutama untuk mendukung operasional industri pangan dan kebutuhan rumah tangga pasca-lebaran, dengan pemantauan beban puncak yang terkendali.

Bank Indonesia menekankan pentingnya penguatan program 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif). Perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dan digitalisasi pemantauan harga melalui sistem informasi pasar menjadi langkah strategis untuk meredam gejolak harga secara mendadak.

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Nganjuk menegaskan akan terus melakukan pemantauan rutin terhadap 20 komoditas pangan pokok. Upaya seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan sidak pasar akan dijadwalkan secara berkala jika terjadi anomali harga yang signifikan di lapangan.

Melalui koordinasi yang solid ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk optimis dapat menjaga daya beli masyarakat dan memastikan roda ekonomi daerah tetap berjalan stabil.