#

Perkuat Operasional Koperasi Desa, Pemkab Nganjuk Serahkan Puluhan Armada Operasional KDKMP

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melaksanakan penyerahan secara simbolis sarana dan prasarana kendaraan untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Penyerahan simbolis ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, bertempat di GOR Bung Karno, Nganjuk, pada Senin (6/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas operasional koperasi desa guna mendukung pelayanan ekonomi masyarakat secara lebih optimal.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan berbagai jenis kendaraan operasional yang akan digunakan oleh KDKMP di sejumlah desa dan kelurahan. Adapun rincian sarana dan prasarana yang disalurkan meliputi 13 unit truk Fuso, 21 unit mobil Cendrawasih, serta 42 unit motor Kaisar. Seluruh kendaraan ini diharapkan mampu menunjang distribusi barang, mobilitas usaha, serta mempercepat pelayanan koperasi kepada masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Nganjuk, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Danramil jajaran Kodim 0810 Nganjuk, para camat se-Kabupaten Nganjuk, serta kepala desa/kelurahan dan pengurus KDKMP penerima bantuan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro atau yang akrab disapa Mas Handy, menegaskan bahwa penyerahan kendaraan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap penguatan ekonomi desa melalui koperasi.

Ia menyampaikan bahwa bantuan kendaraan operasional tersebut merupakan arahan dari pemerintah pusat yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.

“Ini adalah hari yang luar biasa. Kabupaten Nganjuk hari ini menyerahkan kendaraan operasional untuk koperasi desa. Ini merupakan alat support atas arahan Bapak Presiden yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Setiap desa nantinya memiliki kendaraan operasional seperti truk, pickup, hingga kendaraan roda tiga untuk menunjang kegiatan koperasi,” ujar Mas Handy.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi dinamika global yang turut berdampak pada kondisi nasional, termasuk sektor pangan dan energi. Menurutnya, koperasi desa memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan tersebut.

“Kemarin kami menerima masukan dari Bulog terkait keterbatasan stok beras, serta dari Pertamina terkait distribusi elpiji. Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, kita harapkan dapat membantu menjaga ketahanan pangan dan energi di tingkat desa. Elpiji bisa lebih dekat diakses masyarakat, sehingga kebutuhan dasar dapat terpenuhi dengan lebih baik,” jelasnya.

Mas Handy juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 21 koperasi desa yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Nganjuk yang telah siap menerima dan mengoperasikan bantuan tersebut. Ia berpesan agar seluruh sarana yang diberikan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.

“Saya titip kendaraan ini digunakan sebagaimana mestinya untuk kemaslahatan masyarakat. Ini adalah tanggung jawab bersama. Mari kita rawat dan gunakan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa,” tegasnya.

Usai prosesi penyerahan simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan langsung seluruh kendaraan oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk guna memastikan kondisi dan kesiapan operasional setiap unit. Pengecekan ini menjadi bagian penting untuk menjamin bahwa seluruh sarana yang diserahkan dalam kondisi layak dan siap digunakan di lapangan.

Setelah dilakukan pengecekan, Forkopimda Kabupaten Nganjuk secara resmi memberangkatkan kendaraan-kendaraan tersebut menuju KDKMP masing-masing di desa dan kelurahan penerima. Prosesi pemberangkatan ini menjadi simbol dimulainya pemanfaatan sarana operasional dalam mendukung aktivitas koperasi desa di berbagai wilayah.

Dengan adanya dukungan sarana dan prasarana ini, diharapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk dapat semakin berkembang dan berperan aktif sebagai motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.