#

Bupati Marhaen Djumadi: Pendidikan Karakter dan Efisiensi Birokrasi Jadi Kunci Nganjuk Bangkit

Nganjuk, PING – Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan komitmennya untuk menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Hal tersebut disampaikan Bupati dalam acara Halal Bihalal bersama Korwil Pendidikan TK dan SD se-Kecamatan Nganjuk yang digelar di Gedung Wanita, Selasa (7/4/2026).

Didampingi Wakil Bupati dan jajaran Forkopimcam, Bupati Marhaen memaparkan visi besar pemerintah daerah dalam mentransformasi pola pendidikan dan melakukan penataan birokrasi yang lebih sehat.

Dalam arahannya, Kang Marhaen sapaan akrabnya, menyoroti pentingnya memaksimalkan masa keemasan (golden age) anak yang kini meluas hingga usia 15 tahun. Ia meminta para guru menjadi teladan nyata dalam membangun budaya literasi dan tidak terjebak dalam penggunaan gawai yang tidak produktif.

"Pendidikan bukan hanya soal pelajaran, tetapi bagaimana membangun kesadaran diri. Guru harus memberikan contoh dengan suka membaca, tidak hanya bermain WhatsApp," tegas Kang Marhaen di hadapan ratusan pendidik.

Ia juga menginstruksikan adanya diferensiasi kurikulum, di mana tingkat TK dan awal SD harus lebih fokus pada pembentukan karakter, life skills, kemandirian, dan tanggung jawab dibandingkan sekadar mengejar kemampuan baca, tulis, dan hitung (calistung).

Di sisi lain, Kang Marhaen secara terbuka memaparkan tantangan serius terkait beban APBD, di mana belanja pegawai di Kabupaten Nganjuk tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di Jawa Timur. Untuk mengatasinya, Bupati telah menyiapkan tiga langkah strategis diantaranya:

  • Merger Sekolah: Melakukan penggabungan sekolah yang kekurangan murid demi efisiensi tenaga pendidik dan anggaran.
  • Redistribusi Guru: Mengevaluasi distribusi guru secara realistis guna mengatasi ketimpangan antara sekolah yang kelebihan dan kekurangan tenaga pengajar.
  • Pengetatan Tenaga Honorer: Menginstruksikan penghentian penambahan tenaga honorer baru yang tidak terukur agar tidak membebani administratif dan anggaran di masa depan.

Sebagai penutup, Kang Marhaen meminta seluruh elemen pendidikan untuk bekerja secara totalitas. Ia mengingatkan agar waktu mengajar benar-benar didedikasikan untuk siswa, tanpa terganggu oleh aktivitas media sosial saat jam kerja.

"Harapan saya, guru bekerja secara profesional. Kita harus fokus menciptakan anak-anak Nganjuk yang berkualitas dan mandiri sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa," pungkasnya. (AI/CS)