#

Diskominfo Nganjuk Survei Blank Spot di Desa Bajang, Perluas Akses Internet

Nganjuk, PING- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk melakukan pengecekan lapangan di wilayah blankspot atau area dengan keterbatasan sinyal di Desa Bajang, Kecamatan Ngluyu, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan dan memperluas layanan internet berbasis seluler 4G, khususnya di wilayah yang masih mengalami sinyal lemah.

Survei lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang E-Government Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Azfandi Muftakhul Yaqin, dan disambut oleh Kepala Desa Bajang, Tuti’ah, bersama perangkat desa setempat.

Azfandi menjelaskan bahwa optimalisasi jaringan internet ini dilakukan melalui kerja sama dengan pihak penyedia layanan telekomunikasi, yakni Telkomsel. Menurutnya, survei ini difokuskan untuk menentukan titik strategis pemasangan perangkat penguat sinyal agar dapat berfungsi secara maksimal. Dengan memasang perangkat penguat sinyal berupa Femto, yaitu alat yang mengubah jaringan fiber optik (FO) menjadi sinyal seluler sehingga dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat melalui ponsel.

“Lokasi pemasangan harus berada di titik yang lebih tinggi dan tidak terhalang, sehingga jangkauan sinyal bisa optimal. Dengan perangkat ini, diharapkan mampu menjangkau area hingga ratusan meter, sehingga aktivitas masyarakat, termasuk di area persawahan, tetap dapat terhubung dengan jaringan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan penguat sinyal ini nantinya diharapkan mampu memberikan kemudahan akses komunikasi dan informasi bagi masyarakat, terutama di daerah yang selama ini mengalami keterbatasan jaringan.

Rencana pemasangan penguat sinyal tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Bajang. Kepala Desa Tuti’ah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam merespons kebutuhan masyarakat.

“Kami sebelumnya telah mengajukan proposal kepada Bapak Bupati, dan Alhamdulillah mendapat tindak lanjut. Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Bajang, kami mengucapkan terima kasih,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu warga, Suti, yang mengaku selama ini mengalami kesulitan sinyal seluler di wilayahnya. Ia menyebut bahwa kebutuhan komunikasi sehari-hari masih sangat bergantung pada jaringan WiFi.

“Kalau di rumah masih bisa pakai WiFi, tapi kalau pakai data seluler sering tidak bisa. Jadi sangat terbantu kalau nanti ada penguat sinyal, apalagi kalau WiFi sedang bermasalah, masih bisa menggunakan paket data,” tuturnya.

Dengan adanya rencana pemasangan perangkat penguat sinyal ini, diharapkan kualitas layanan telekomunikasi di Desa Bajang semakin meningkat, sehingga dapat mendukung aktivitas masyarakat serta mendorong percepatan transformasi digital di wilayah Kabupaten Nganjuk.