Siapkan Payung Hukum Pilkades Serentak 2027, DPRD Nganjuk Sahkan Rantus Raperda Desa
- 22-05-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menegaskan bahwa bantuan sosial (bansos) bukan sekadar jaring pengaman sosial, melainkan batu loncatan menuju kemandirian ekonomi. Hal ini ditekankan oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro atau yang akrab disapa Mas Handy, saat memberikan penguatan materi kepada 601 penerima manfaat di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Nganjuk ke-1089 ini menjadi ajang bagi Pemkab untuk menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp1.500.000 per orang.
Dalam arahannya, Mas Handy meminta warga untuk tidak menghabiskan bantuan tersebut untuk kebutuhan konsumtif. Ia mendorong masyarakat agar berani mengalokasikan dana tersebut sebagai modal usaha produktif.

“Harapan kami, dalam dua sampai tiga tahun ke depan panjenengan semua sudah bisa mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan,” ujar Mas Handy di hadapan warga yang hadir.
Selain memberikan motivasi, Mas Handy juga memberikan edukasi tegas mengenai aturan ketat kepesertaan bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Ia mengingatkan bahwa transparansi data kini menjadi prioritas, dan bantuan bisa dihentikan jika ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian kriteria.
Ada tiga poin utama yang menjadi sorotan Mas Handy agar bantuan tetap tepat sasaran:
“Bantuan ini harus dimanfaatkan dengan benar oleh yang berhak. Jangan sampai disalahgunakan, karena sekarang sistemnya sudah terbuka dan terpantau,” tegasnya.

Pemilihan Pendopo KRT Sosrokoesoemo sebagai lokasi penyerahan bantuan secara langsung tanpa perantara dimaksudkan agar masyarakat bisa merasakan kehadiran pemerintah. Mas Handy menegaskan bahwa transparansi adalah kunci agar bantuan sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan tanpa potongan sepeser pun.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap bantuan sosial tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya kemandirian ekonomi masyarakat serta langkah konkret dalam memutus rantai kemiskinan di daerah. (AI/CS)