Siapkan Payung Hukum Pilkades Serentak 2027, DPRD Nganjuk Sahkan Rantus Raperda Desa
- 22-05-2026
Nganjuk, PING – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk memastikan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) dalam rangka Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem berjalan transparan dan tepat sasaran. Sebanyak 601 warga menerima bantuan tunai di Pendopo KRT Sosrokoesoemo pada Rabu (8/4/2026).
Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Nganjuk, Haris Jatmiko, menegaskan bahwa seluruh penerima manfaat mendapatkan dana sebesar Rp1.500.000 secara utuh. Penyaluran dilakukan melalui Bank Jatim tanpa ada potongan dalam bentuk apa pun.

Haris Jatmiko dalam arahannya menekankan bahwa pemerintah tidak ingin bantuan ini habis hanya untuk kebutuhan konsumsi sesaat. Sebaliknya, ia mendorong warga untuk menjadikan dana tersebut sebagai modal usaha.
“Gunakan bantuan ini untuk usaha produktif, jangan untuk konsumsi. Harapan pemerintah, dana ini bisa menjadi modal usaha yang bisa berkembang ke depan,” ujar Haris di hadapan ratusan warga.
Untuk memastikan keberhasilan visi tersebut, Dinsos PPPA tidak lepas tangan. Pihaknya telah menyiapkan petugas lapangan untuk memberikan pendampingan intensif bagi masyarakat dalam merintis maupun mengelola usaha agar berkelanjutan dan mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Dalam proses penyaluran ini, Haris juga memberikan edukasi mengenai integritas penerima bantuan. Ia mengingatkan bahwa status kepesertaan bansos sangat bergantung pada kepatuhan warga terhadap aturan yang berlaku.
Dinsos memberikan peringatan keras terkait tiga hal yang dapat membatalkan hak penerima bantuan:

Selain menyalurkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini, Haris menyatakan bahwa Dinsos Nganjuk terus bergerak aktif mengusulkan berbagai program bantuan lanjutan, baik ke tingkat provinsi maupun pemerintah pusat.
“Pesan Bapak Bupati jelas, bantuan harus diterima utuh. Tugas kami memastikan dana ini menjadi pijakan awal bagi masyarakat Nganjuk untuk tumbuh mandiri secara ekonomi dan tidak lagi bergantung pada bantuan di masa depan,” pungkasnya. (AI/CS)