#

MUSDA Dekopinda Nganjuk 2026: Perkuat Sinergi dan Kembalikan Jati Diri Koperasi

Nganjuk, PING – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Nganjuk menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) Tahun 2026 di Pendopo KRT Sosrokoesoemo pada Rabu (29/4/2026). Agenda lima tahunan ini menjadi pijakan strategis bagi gerakan koperasi di "Kota Angin" untuk melakukan evaluasi mendalam sekaligus menyusun peta jalan penguatan ekonomi kerakyatan ke depan.

MUSDA kali ini bukan sekadar seremoni pergantian pengurus, melainkan momentum krusial untuk meninjau kinerja kepengurusan selama lima tahun terakhir. Fokus utamanya adalah merumuskan kebijakan yang mampu menjawab tantangan ekonomi modern tanpa meninggalkan prinsip dasar koperasi.

Laporan panitia mencatat antusiasme yang luar biasa, dengan kehadiran sekitar 350 peserta dari berbagai unsur gerakan koperasi se-Kabupaten Nganjuk. Partisipasi masif ini dipandang sebagai sinyal positif bangkitnya semangat kolektif untuk menjadikan koperasi sebagai motor penggerak kesejahteraan anggota.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memberikan arahan tegas mengenai arah gerak koperasi di wilayahnya. Kang Marhaen sapaan akrabnya, menekankan pentingnya mengembalikan jati diri koperasi pada nilai-nilai luhurnya.

"Koperasi harus kembali ke khitahnya sebagai wadah untuk mensejahterakan anggota, bukan justru memberikan beban. Tujuan koperasi itu selaras dengan visi pemerintah: meningkatkan taraf hidup masyarakat," tegas Kang Marhaen.

Lebih lanjut, Kang Marhaen juga menambahkan bahwa dengan semangat gotong royong dan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pegiat koperasi, diharapkan lembaga ini mampu tumbuh lebih tangguh dan mandiri.

“Pemerintah daerah siap mendukung, tetapi koperasi juga harus aktif membangun kemitraan dan memperkuat internal organisasi. Dengan sinergi yang kuat, saya yakin koperasi di Nganjuk bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan oleh Bupati Nganjuk kepada sejumlah penerima, yakni Supardi dari Koperasi Jasa Pri Bahagia Bogor, Agung Budi Cahyono dari KSP Mentari Akasia Sejahtera, serta Alfan Afandi dari KSP Artha Pundhi Kencana. Penyerahan santunan ini menjadi bentuk perhatian terhadap perlindungan sosial bagi pelaku koperasi.

Dengan terlaksananya MUSDA ini, gerakan koperasi di Kabupaten Nganjuk diharapkan mampu bertransformasi menjadi entitas ekonomi yang lebih profesional namun tetap berakar pada kepentingan anggota.