Siapkan Payung Hukum Pilkades Serentak 2027, DPRD Nganjuk Sahkan Rantus Raperda Desa
- 22-05-2026
Nganjuk, PING – Semangat perjuangan R.A. Kartini dalam mendorong kemajuan perempuan terus diimplementasikan dalam aksi nyata oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini tahun 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk bersinergi dengan Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Nganjuk menggelar Pelatihan Kader Sambang Ibu Bayi Sehat (SIBS) di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Nganjuk, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan para kader sebagai garda terdepan dalam mendampingi ibu hamil, ibu nifas, hingga pemantauan kesehatan bayi di tengah masyarakat. Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan menjadi lebih sigap dan peduli dalam memberikan edukasi kesehatan guna memastikan tumbuh kembang generasi masa depan Nganjuk yang berkualitas.

Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, S. Wahyuni Marhaen, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para kader yang mayoritas adalah perempuan hebat di wilayahnya.
"Momentum Hari Kartini ini harus kita maknai dengan pengabdian yang tulus. Kader SIBS adalah 'Kartini Masa Kini' yang berperan besar dalam menekan angka stunting dan menjaga kesehatan ibu serta anak di Kabupaten Nganjuk. Saya berharap, setelah pelatihan ini, ibu-ibu kader semakin terampil dan percaya diri dalam melakukan pendampingan di lapangan," ujar S. Wahyuni Marhaen.
Lebih lanjut, S. Wahyuni menekankan bahwa semangat emansipasi saat ini bukan lagi sekadar menuntut hak, melainkan bagaimana perempuan mampu menjadi penggerak perubahan (agent of change) bagi kesehatan keluarga dan kemajuan bangsa.
"Perempuan bukan hanya penerus, tetapi penggerak utama. Dengan ilmu yang didapat hari ini, mari kita gerakkan masyarakat untuk lebih sadar kesehatan. Kartini masa kini adalah kita semua yang terus bergerak, belajar, dan mengabdi untuk Indonesia yang lebih sehat," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, dr. Tien Farida Yani, menekankan bahwa pelatihan kader SIBS merupakan bagian dari strategi penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat.
“Kader memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan di lapangan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa kader memiliki kompetensi yang memadai dalam melakukan pendampingan terhadap ibu hamil, ibu nifas, dan bayi, sehingga upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak dapat berjalan optimal,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara Dinas Kesehatan dan TP PKK menjadi kunci dalam keberhasilan program-program kesehatan di daerah.
“Kami terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar program kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara luas dan berkelanjutan. Dengan kader yang terlatih, diharapkan kualitas pelayanan di tingkat desa semakin meningkat,” tambahnya.
Pelatihan yang berlangsung di UPT BLK Nganjuk ini diikuti oleh perwakilan kader dari berbagai kecamatan. Dengan penguatan kapasitas ini, diharapkan layanan kesehatan preventif di tingkat akar rumput semakin solid, sehingga visi Kabupaten Nganjuk yang sehat dan sejahtera dapat terwujud melalui tangan-tangan terampil para kadernya.