#

Semarak Festival Pu Tajum di Ngetos: Menggali Akar Sejarah, Lestarikan Budaya, dan Edukasi Generasi

Nganjuk, PING Upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan lokal terus digelorakan di Kabupaten Nganjuk. Pada Kamis (23/4/2026), masyarakat memadati Candi Ngetos dan halaman Kantor Kecamatan Ngetos untuk menyaksikan puncak kemeriahan "Festival Pu Tajum". Acara yang sarat akan nilai historis ini sukses menjadi magnet kebudayaan yang menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari budayawan, jajaran pemerintahan, hingga para pelajar.

Festival Pu Tajum diselenggarakan untuk mengawal dan merekonstruksi ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah berdirinya Bumi Anjuk Ladang. Berdasarkan catatan penelusuran sejarah dari Prasasti Anjuk Ladang, Pu Tajum merupakan sosok Mahaguru yang sangat dihormati dari wilayah Ngetos. Beliau tercatat diundang secara khusus oleh Mpu Sindok untuk menjadi saksi kehormatan dalam prosesi sakral Manusuk Sima (penetapan tanah perdikan) pada 10 April 937 Masehi. Tidak hanya itu, Pu Tajum juga memegang peranan krusial sebagai salah satu tonggak yang membantu pasukan Mpu Sindok dalam memenangkan pertempuran melawan invasi Kerajaan Pamalayu dari Sumatera.

Camat Ngetos, Nuri Prihandoko, dalam sambutannya menegaskan bahwa perhelatan agung ini adalah murni inisiasi dari masyarakat akar rumput yang tergabung dalam Paguyuban Budaya Kecamatan Ngetos. Beliau memaparkan bahwa Kecamatan Ngetos memiliki rekam jejak peradaban yang sangat panjang, membentang dari era klasik Hindu-Buddha—di mana wilayah ini dikenal sebagai pusat kadiwalyaguruan—hingga ke masa pergerakan kemerdekaan.

"Melihat antusiasme dan nilai historis yang begitu kuat, kami mengusulkan agar ke depannya Festival Pu Tajum ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk, serta ditetapkan masuk ke dalam rangkaian agenda resmi Peringatan Hari Jadi Nganjuk," ungkap Nuri Prihandoko di hadapan masyarakat.

Hadir mewakili Bupati Nganjuk, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Paguyuban Kebudayaan Ngetos atas kesuksesan terselenggaranya festival perdana ini. Secara khusus, beliau menyoroti tingginya partisipasi generasi muda sebagai salah satu pencapaian terbaik dari perayaan budaya ini.

"Saya sangat bangga melihat keterlibatan aktif anak-anak kita, mulai dari pelajar TK, SD, SMP Ngetos, hingga SMP Satu Atap," ujar Trihandy Cahyo Saputro. Menurutnya, keterlibatan peserta didik merupakan bentuk nyata dari penerapan edukasi sejarah di lapangan.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Nganjuk juga menyatakan dukungan penuh terhadap usulan Camat Ngetos. Beliau berharap pada tahun mendatang, tata kelola Festival Pu Tajum dapat dirancang lebih besar dan diintegrasikan secara langsung dengan acara inti Manusuk Sima.

Selain kemeriahan pementasan seni, gelaran festival ini semakin kaya nilai dengan adanya pameran pusaka keris yang berhasil mengumpulkan berbagai koleksi langka dari seluruh desa se-Kecamatan Ngetos. Pameran pusaka ini turut diapresiasi oleh Wakil Bupati sebagai langkah strategis dalam memperkenalkan karya seni tempa peninggalan leluhur kepada masyarakat luas.

Melalui momentum Festival Pu Tajum ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk optimis bahwa warisan peradaban dan identitas lokal Bumi Anjuk Ladang akan terus terjaga, sekaligus memantapkan posisi Ngetos sebagai garda depan pelestarian sejarah yang menginspirasi generasi mendatang.