Siapkan Payung Hukum Pilkades Serentak 2027, DPRD Nganjuk Sahkan Rantus Raperda Desa
- 22-05-2026
Nganjuk, PING-Perayaan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk ke-1089 berlangsung meriah dan penuh makna di GOR Bung Karno Nganjuk, Rabu, (22/4/2026) malam. Ribuan warga tumpah ruah memadati lokasi acara untuk menyaksikan dan mendengarkan tausiyah dari ulama muda kharismatik, Gus Iqdam Muhammad, yang turut hadir memeriahkan momen bersejarah tersebut.
Acara ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati Blitar, para Kepala Perangkat Daerah, serta Pimpinan BUMN dan BUMD yang beroperasi di wilayah Kabupaten Nganjuk. Kehadiran para pemimpin daerah dan pemangku kepentingan tersebut semakin menegaskan bahwa perayaan hari jadi kali ini bukan sekadar seremonial, melainkan juga menjadi ajang mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Antusiasme warga terlihat begitu luar biasa. Sejak siang hari, banyak warga yang telah bersiap dan berdatangan dari berbagai penjuru wilayah Kabupaten Nganjuk demi mendapatkan tempat dan menyaksikan langsung sosok yang kehadirannya selalu dinanti. Lautan jemaah memenuhi setiap sudut GOR Bung Karno, menciptakan suasana yang hangat, khidmat, sekaligus meriah.
Baca Juga: Ribuan Masyarakat Nganjuk "Ngaji Bareng" Gus Iqdam Di Hari Jadi Ke-1089
Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam menyampaikan pesan yang mendalam bagi seluruh masyarakat Nganjuk. Ia mengajak segenap lapisan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan ketaatan dan rasa takut kepada Allah SWT dengan mengamalkan sifat khauf, raja’, dan khufuk (cinta kepada Allah SWT) sebagai modal utama dalam mewujudkan Nganjuk sebagai daerah yang barokah, harmoni, lestari, dan sejahtera.
Lebih lanjut, Gus Iqdam menekankan pentingnya menjauhi tiga asal kemaksiatan yang dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, mulai dari rakyat biasa hingga para pemimpin. Ketiga sifat tersebut adalah Al-Kibr (kesombongan atau gumede), yakni sifat merasa lebih hebat yang dapat menjauhkan diri dari keberkahan; Al-Hirsu (rakus atau serakah), yang dapat membawa seseorang pada kehinaan; serta Al-Hasadu (iri dengki atau hasud), yakni sifat iri terhadap nikmat orang lain yang berpotensi merusak hubungan sosial dan ketentraman hidup bersama.
Pesan ini dinilai sangat relevan dan tepat sasaran, mengingat disampaikan langsung di hadapan para pemimpin daerah dan seluruh elemen masyarakat yang hadir. Sebuah pengingat bersama bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditopang oleh program pembangunan, tetapi juga oleh akhlak dan integritas para pemimpinnya.
Suasana makin syahdu ketika Gus Iqdam mengajak seluruh jemaah untuk bershalawat bersama. Ia meminta hadirin menyalakan lampu flash smartphone mereka secara serentak, sehingga ribuan titik cahaya menerangi GOR Bung Karno dan menciptakan pemandangan yang begitu memukau sekaligus penuh kekhusyukan.
Di penghujung acara, Gus Iqdam turut memanjatkan doa dan harapan terbaik untuk Kabupaten Nganjuk, agar ke depannya semakin maju, sejahtera, dan pembangunan infrastrukturnya terus berkembang demi kemakmuran seluruh warganya.
Perayaan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk ke-1089 di GOR Bung Karno ini pun menjadi momentum yang tak hanya dirayakan dengan kegembiraan, tetapi juga diisi dengan siraman rohani yang memberikan bekal spiritual bagi masyarakat dan para pemimpin dalam menjalani amanah serta kehidupan yang lebih baik ke depannya.