Siapkan Payung Hukum Pilkades Serentak 2027, DPRD Nganjuk Sahkan Rantus Raperda Desa
- 22-05-2026
Nganjuk, PING-Wakil Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, Felix Sonadie Y. Tingan, memimpin langsung kunjungan studi tiru ke Kabupaten Nganjuk, Rabu (22/4). Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk di ruang kerja bupati.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari keberhasilan Kabupaten Nganjuk sebagai salah satu sentra produksi bawang merah terbesar di Indonesia. Keunggulan Nganjuk dalam pengelolaan sektor pertanian dari hulu hingga hilir dinilai mampu meningkatkan kualitas serta daya saing produk pertanian secara signifikan.
Dalam kesempatan tersebut, Felix Sonadie menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa pihaknya ingin mengadopsi sistem budidaya berkelanjutan yang telah terbukti berhasil di Nganjuk.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat dari Bapak Bupati beserta jajaran. Kami berencana menerapkan sistem budidaya berkelanjutan seperti di Nganjuk, yang merupakan salah satu penyuplai terbesar dengan kualitas produk yang luar biasa,” ujarnya.

Selain mempelajari budidaya bawang merah, rombongan juga meninjau fasilitas pengolahan beras modern guna melihat langsung penerapan teknologi dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Felix berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Nganjuk, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian.
“Kami siap mengadopsi inovasi dan teknologi yang telah terbukti sukses di sini untuk memajukan sektor pertanian di daerah kami,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Nganjuk, Kang Marhaen, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menegaskan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi, terutama dalam pengembangan komoditas bawang merah dan padi.
Ia juga menyoroti besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Barito Utara yang mencapai sekitar Rp3 triliun, lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Nganjuk. Hal ini dinilai sebagai peluang untuk saling belajar, khususnya dalam peningkatan dana transfer daerah.
“Ini pentingnya kolaborasi. Ke depan kami juga ingin belajar ke Kalimantan Tengah. APBD Barito Utara yang mencapai lebih dari Rp3 triliun menunjukkan potensi daerah yang luar biasa. Ini menjadi pembelajaran bagi kami dalam meningkatkan kapasitas fiskal daerah,” ungkapnya.
Kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masing-masing daerah.
“Kita saling belajar dan berkolaborasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Salam untuk masyarakat Barito Utara dan Bapak Bupati,” tutup Kang Marhaen.