#

Semangat Kartini di Nganjuk: Perempuan Berdaya, Angka Kematian Ibu Sirna

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar Workshop Peringatan Hari Kartini ke-147 Tahun 2026 dengan tema sentral "Bergerak Bersama Menurunkan Angka Kematian Ibu". Acara yang berlangsung khidmat di Pendopo KRT Sosrokoesoemo pada Selasa (28/4/2026) ini menjadi momentum penguatan komitmen perlindungan perempuan dan peningkatan kualitas keluarga di Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk S. Wahyuni Marhaen, Ketua GOW dr. Widhi Nastiti Trihandy, Ketua DWP Kabupaten Nganjuk, jajaran istri Forkopimda, para Kepala OPD perempuan, Duta Genre, serta sekitar 300 undangan dari berbagai organisasi wanita.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas peran perempuan Nganjuk yang luar biasa dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyoroti capaian positif Kabupaten Nganjuk yang berhasil menekan Angka Kematian Ibu (AKI) secara signifikan pada tahun sebelumnya.

"Apresiasi bagi kita semua karena pada tahun 2024 lalu, angka kematian ibu di Nganjuk mengalami penurunan yang tajam, bahkan hampir menyentuh angka nol. Ini prestasi yang harus kita pertahankan," ungkap Wabup yang akrab disapa Mas Handy tersebut.

Namun, di balik capaian tersebut, Mas Handy memberikan catatan serius terkait tingginya angka permohonan dispensasi nikah. Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat sekitar 150 pasangan di bawah umur yang mengajukan izin menikah, dengan mayoritas alasan kehamilan di luar nikah.

"Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Pernikahan di usia yang terlalu muda sangat rentan secara biologis dan psikologis terhadap risiko kematian ibu. Saya meminta teman-teman Duta Genre dan seluruh organisasi wanita untuk terus mengawal edukasi di lingkungan sekitar. Kita ingin angka kematian ibu di Nganjuk betul-betul nol," tegasnya.

Dalam laporannya, Ketua GOW Kabupaten Nganjuk sekaligus Ketua Panitia, dr. Widhi Nastiti Trihandy, menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya merefleksikan perjuangan RA Kartini dalam mewujudkan kesetaraan gender yang nyata.

"Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan motivasi perempuan agar berperan aktif dalam setiap tahapan pembangunan, serta memastikan hak-hak perempuan sebagai individu dan warga negara terlindungi, demi mewujudkan keadilan gender di Kabupaten Nganjuk," ujar dr. Widhi.

Workshop ini menghadirkan narasumber Risa Rahmawati, S.Psi., M.Psi., seorang psikolog sekaligus Founder Vilia Psychology & Training Institute Malang. Dalam sesi tersebut, dibahas secara mendalam mengenai subtema "Dampak Kesehatan Psikologis bagi Pernikahan Anak", sebagai langkah preventif untuk mengedukasi masyarakat tentang risiko pernikahan dini dari sisi mental dan kesehatan reproduksi.

Acara ditutup dengan motivasi kepada para hadirin, menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan adalah kunci utama menuju visi Indonesia Emas 2045.