#

Kang Marhaen Tekankan Pentingnya Pendidikan Perempuan & Keharmonisan Keluarga di Momen Hari Kartini

Nganjuk, PING – Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus menjadi momentum nyata untuk meningkatkan derajat perempuan melalui pendidikan dan ketahanan keluarga. Hal ini disampaikannya dalam Workshop Peringatan Hari Kartini ke-147 yang digelar di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Selasa (28/4/2026).

Bupati Marhaen menekankan bahwa Hari Kartini tidak boleh hanya dimaknai sebatas seremoni mengenakan kebaya. Menurutnya, ada tiga nilai esensial yang harus diteladani dari sosok RA Kartini yaitu ketangguhan dalam bersyukur, jiwa sosial yang tinggi, serta komitmen kuat terhadap pendidikan.

"Kalau perempuan ingin maju, maka pendidikan harus diutamakan. Pemerintah wajib mendorong anak-anak, terutama perempuan, untuk sekolah hingga kuliah," tegas Kang Marhaen sapaan akrabnya.

Ia juga menyoroti fenomena sosial di pedesaan di mana anak perempuan sering didorong untuk segera menikah setelah lulus SMA karena faktor ekonomi atau kekhawatiran orang tua. Baginya, pendidikan adalah solusi utama untuk mencegah pernikahan usia dini yang berisiko tinggi terhadap kesehatan perempuan.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Marhaen juga mengingatkan masyarakat mengenai regulasi batas usia perkawinan. Sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, usia minimal menikah adalah 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan, meski secara ideal disarankan pada usia yang lebih matang.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi nyata kaum hawa, Bupati Nganjuk menyerahkan penghargaan “Suara dan Aksi Perempuan Pelopor” kepada empat tokoh inspiratif:

  1. Dr. Vera Septi Andrini, MM (Kategori SIAP Pendidikan)
  2. Dr. Indrian Supheni, M.Aks., CSRA (Kategori SIAP Kesehatan)
  3. Sri Utami (Kategori SIAP Ekonomi)
  4. Tri Astutik (Kategori SIAP Sosial)

Selain aspek formal, Kang Marhaen memberikan wejangan mengenai pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga demi kesejahteraan psikologis perempuan. Ia menganalogikan perasaan cinta sebagai investasi jangka panjang yang harus dirawat setiap hari.

"Cinta itu diangsur, bukan dibayar cash. Harus dipupuk setiap hari. Kata kunci cinta itu hati. Kalau bisa menyentuh hati pasangan, maka semuanya akan mengikuti," tuturnya.

Kang Marhaen berharap perempuan di Kabupaten Nganjuk mampu menjadi sosok mandiri, terdidik, sekaligus pilar keluarga yang harmonis. Keluarga yang kuat dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi sehat dan menekan angka kematian ibu di Kabupaten Nganjuk.