Sinergi Kawal Akuntabilitas, Pemkab Nganjuk Komitmen Perkuat Fungsi APIP Sejak Perencanaan
- 26-05-2026
Nganjuk, PING – Sektor pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Nganjuk bersiap menyambut wajah-wajah baru sebagai representasi daerah. Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk sukses menggelar perhelatan akbar Malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kangmas dan Mbakyu Nganjuk Tahun 2026. Acara yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Gedung Juang 45 Nganjuk, pada Jumat (22/5/2026) malam.
Acara puncak ini menjadi magnet perhatian masyarakat, dikemas apik dengan memadukan unsur kebudayaan lokal tradisional dan sentuhan modernitas yang dinamis. Riuh sorak ratusan pendukung dari masing-masing finalis turut membakar semangat para peserta yang berkompetisi di atas panggung.
Kemegahan acara ini semakin terasa dengan kehadiran jajaran pejabat penting di lingkup Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Turut hadir di barisan depan:
Acara akbar Pemilihan Duta Wisata Kangmas dan Mbakyu Nganjuk Tahun 2026 ini secara resmi dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Dalam sambutannya, Bupati Marhaen menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya ajang ini. Beliau menekankan bahwa Kangmas dan Mbakyu yang terpilih bukan sekadar pajangan atau pelengkap seremonial protokoler semata. Lebih dari itu, mereka memikul tanggung jawab besar sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
"Para finalis ini adalah representasi dari generasi emas Kota Angin yang berkarakter, komunikatif, dan berwawasan luas. Kami berharap mereka mampu menjadi motor penggerak dan agen perubahan dalam memperkenalkan kekayaan destinasi wisata, keunikan seni budaya, hingga potensi produk unggulan Kabupaten Nganjuk ke kancah nasional maupun internasional," ujar Kang Marhaen sapaan akrabnya dalam pidatonya.
Sementara itu, Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo dalam laporan pelaksanaannya menyampaikan bahwa ajang ini merupakan bagian dari program pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif daerah berbasis kompetensi. Ajang tahun ini dinilai spesial karena membawa misi kolaborasi strategis.
"Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah sebagai wadah pengembangan kreativitas generasi muda di Kabupaten Nganjuk, khususnya terkait dengan kepariwisataan, seni budaya, ekonomi kreatif, hingga wawasan perpajakan," ungkapnya.
Gunawan menambahkan bahwa lewat program ini, pemuda diharapkan mampu meningkatkan branding pariwisata lokal sekaligus melek terhadap digitalisasi pembayaran pajak. "Event pemilihan Duta Wisata ini menjadi instrumen kolaborasi di Kabupaten Nganjuk. Melalui pendekatan anak muda, kita juga menyelipkan sosialisasi formal seperti kepatuhan pembayaran pajak lewat digitalisasi, yang selama ini cukup menantang jika hanya disampaikan oleh birokrasi biasa," jelasnya.
Selain itu, ajang ini disiapkan sebagai batu loncatan bagi para pemenang untuk bersaing di level yang lebih tinggi. "Ini adalah persiapan penting bagi perwakilan kita sebelum nantinya mengikuti ajang Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Provinsi Jawa Timur maupun kompetisi sejenis di tingkat provinsi dan nasional," tambahnya.
Berdasarkan data dari panitia, kompetisi tahun ini diikuti oleh 124 pendaftar yang berasal dari kalangan mahasiswa-mahasiswi serta pelajar tingkat SMA/SMK/MA perwakilan kecamatan se-Kabupaten Nganjuk. Proses panjang telah dimulai sejak dibukanya roadshow sosialisasi dan pendaftaran pada awal tahun, disusul seleksi semifinal dan finalis sepanjang bulan Maret hingga April.
Sebelum mencapai malam puncak, para finalis telah digembleng melalui masa karantina intensif, termasuk kegiatan city tour yang dilaksanakan pada 20 hingga 22 Mei 2026 dengan lokasi karantina bertempat di Rumah Pandu Sukomoro. Selama masa karantina, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif, mulai dari public speaking, personal branding, bahasa Inggris, team bonding, kebudayaan, pembuatan konten kreatif digital, kelas kecantikan (beauty class), fesyen, koreografi, hingga materi tradisional seperti ngadi sariro dan ngadi busono.