#

Ketua Komisi IV DPR RI Apresiasi Peran TNI AL dalam Pengembangan Kedelai Nasional di Nganjuk

Nganjuk, PING – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memberikan apresiasi tinggi kepada TNI Angkatan Laut, khususnya Kodaeral V, atas dukungannya dalam pengembangan budidaya kedelai nasional melalui kegiatan Panen Raya Kedelai di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Kamis (14/5/2026).

Dalam sambutannya, Ketua Komisi IV DPR RI menegaskan bahwa panen raya kedelai tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan pertanian, namun juga menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

“Atas nama pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, para penyuluh, dan seluruh petani yang telah bekerja keras mendukung pengembangan budidaya kedelai di wilayah ini,” ujarnya.

Ia menyampaikan, kedelai merupakan salah satu komoditas pangan strategis nasional karena menjadi bahan baku utama tahu dan tempe yang dikonsumsi hampir seluruh masyarakat Indonesia. Namun hingga kini, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan swasembada kedelai akibat tingginya ketergantungan impor.

Menurutnya, kebutuhan kedelai nasional setiap tahun terus meningkat, sementara produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu, negara harus hadir melalui penguatan ekosistem produksi kedelai secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Program peningkatan produksi kedelai tidak boleh hanya bersifat jangka pendek atau seremonial semata, tetapi harus dibangun secara terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir,” tegasnya.

Ia juga menilai keterlibatan TNI dan Polri, termasuk TNI Angkatan Laut, memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Tidak hanya membantu proses produksi pertanian, tetapi juga menjadi penggerak disiplin, motivasi, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Sementara itu, dalam sesi wawancara usai kegiatan, Siti Hediati Soeharto mengaku senang melihat hasil panen kedelai di Kabupaten Nganjuk yang dinilai cukup baik. Ia menyebut produktivitas kedelai di wilayah tersebut mampu melampaui rata-rata nasional.

“Biasanya produksi nasional per hektare sekitar 1,2 ton, tetapi di sini bisa di atas 2 ton per hektare. Jadi bagus sekali dan kami sangat senang,” ungkapnya.

Ia berharap kerja sama lintas sektor antara pemerintah, TNI, akademisi, petani, dan berbagai lembaga dapat terus diperkuat agar Indonesia segera mencapai swasembada kedelai.

“Kita ini bangsa yang makan tahu dan tempe setiap hari, tetapi kebutuhan kedelainya masih impor. Ini harus menjadi kerja keras bersama supaya kita bisa segera swasembada kedelai,” tuturnya.

Kegiatan panen raya ini diharapkan menjadi model penguatan ketahanan pangan berbasis kolaborasi yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.