Penuh Haru dan Doa, Bupati Marhaen Djumadi Berangkatkan 210 Jemaah Haji Kloter 112 Kabupaten Nganjuk
- 21-05-2026
Nganjuk, PING – Presiden Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 1.061 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak dari Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026) siang.
Sebanyak 1.061 KDKMP tersebut tersebar di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kehadiran KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyedia logistik, distribusi hasil produk masyarakat, penyaluran barang subsidi maupun non-subsidi, rumah bantuan sosial pemerintah, hingga penghubung dan pemberdaya UMKM desa.
Peresmian tersebut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, kepala daerah, hingga para kepala desa dan BPD se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan koperasi desa harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat agar desa memiliki kekuatan mandiri dan tidak terus bergantung pada pihak luar.
“Setiap desa harus punya kekuatan sendiri. Dulu petani punya hasil bagus, tapi tidak ada yang beli karena akses pasar sulit. Sekarang koperasi punya truk sendiri, punya pikap sendiri. Bisa mengantar hasil panen ke pasar yang diinginkan,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, koperasi desa nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan sembako, tetapi juga menjadi sarana distribusi berbagai kebutuhan masyarakat desa. KDKMP akan berperan sebagai penyalur pupuk subsidi, elpiji, layanan logistik, bantuan pemerintah, pembelian gabah petani, hingga penyedia apotek murah di desa.
Prabowo juga menyoroti skema pembiayaan rakyat melalui koperasi. Ia menyebut pemerintah telah menurunkan bunga pinjaman PNM Mekaar dari sebelumnya sekitar 22 hingga 24 persen menjadi 8 persen.
“Masak, pengusaha besar dapat kredit sembilan persen, tapi emak-emak di kampung bunga 24 persen. Itu tidak benar. Kita ubah,” tuturnya.
Presiden ke-8 RI tersebut juga menargetkan pembangunan koperasi terus dipercepat. Setelah 1.061 unit diresmikan hari ini, pemerintah membidik sedikitnya 20.000 hingga 30.000 unit koperasi dapat beroperasi pada Agustus 2026.
Menurutnya, target besar tersebut menunjukkan Indonesia mampu menjalankan program strategis dalam waktu singkat apabila seluruh institusi bekerja bersama.
“Kalau kita punya kehendak, strategi, dan kerja sama, kita mampu berbuat luar biasa. Kita bukan bangsa lemah, bukan bangsa kalah. Kita bangsa kuat,” kata Prabowo.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan peresmian KDKMP bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari pemerataan ekonomi desa.
“Hari ini Bapak Presiden tidak meresmikan gedung, tidak meresmikan jalan atau jembatan, yang diresmikan adalah instrumen keadilan, keadilan ekonomi bagi desa Indonesia,” papar Zulkifli.
Menurut Zulkifli, hingga kini sebanyak 9.294 unit KDKMP telah selesai dibangun secara fisik. Dari jumlah tersebut, 1.061 unit siap beroperasi penuh dan diresmikan secara serentak.
Ia menjelaskan, di Jawa Timur terdapat 530 unit KDKMP yang tersebar di tujuh kabupaten, sedangkan di Jawa Tengah terdapat 531 unit di delapan kabupaten dan kota. Pemerintah menargetkan lebih dari 30.000 unit KDKMP selesai dan aktif beroperasi pada 16 Agustus 2026.
Untuk mendukung operasional koperasi, pemerintah juga menyiapkan perekrutan 30.000 manajer koperasi serta 5.476 tenaga pengelola koperasi nelayan.
Senada dengan itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut Koperasi Merah Putih sebagai model baru penguatan ekonomi desa berbasis gotong royong.
Menurut Ferry, koperasi desa diarahkan menjadi pusat distribusi kebutuhan dasar sekaligus sarana pengembangan usaha masyarakat di tingkat desa.
“Koperasi Merah Putih bukan sekadar bangunan, yang utama adalah aktivitas ekonominya. Karena itu kami pastikan pendampingan manajemen, digitalisasi, dan penguatan SDM terus dilakukan agar koperasi hidup dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Ferry.